Namanya Muiz

" Liku-Liku Perjalalan Sang Perantau "

Sabtu, 04 Februari 2012



Kisah 2. (Sabtu, 1 Agustus 2009 14:30:22)

Kapak Merah di Cempaka Putih


Sebelumnya saya meminta maaf apabila cerita yang saya sampaikan ini kurang berkenan, niat menuliskan cerita ini hanya sekedar untuk berbagi cerita dan pengalaman, bukan untuk menyombongkan diri.

Kisah ini berawal ketika beberapa tahun lalu, saya melakukan tugas ke luar kantor bersama seorang teman. Hari itu jalanan sangat macet, untungnya AC mobil berjalan dengan baik, diiringi dengan alunan nasyid Raihan cukup membuat hati jadi lebih tenang dan nyaman.

Kendaraan perlahan sudah mendekati perempatan Cempaka Putih – Jakarta Timur, kemacetan semakin bertambah dengan adanya kekacauan di lampu merah karena adanya beberapa oknum yang melanggar trafficligh. Sedang sibuk-sibuknya mencari jalan keluar dari kemacetan, tiba-tiba saya melihat dari kaca sepion beberapa orang, mungkin sekitar 6 orang sedang mengerubuti sebuah mobil. Awalnya saya pikir mereka adalah para pedagang asongan, tetapi dari gelagatnya terlihat mencurigakan, karena ada tindakan kasar yang dilakukan mereka berupa pengerusakan sepionm, bahkan terlihat ada yang membawa sentaja tajam walau agak ditutup-tutupi. Saya berfikir pasti ini perampokan. Spontan saya langsung mencari kunci stir mobil dan bersiap turun dari mobil untuk menolong orang yang malang tersebut. Tetapi niat tersebut sempat terurung karena ditarik dan dilarang oleh teman karena takut akibatnya, karena beberapa dari perampok tersebut membawa senjata tajam. Tetapi niat untuk menolong orang lain tak bisa surut dan dengan memantapkan hati serta memohon pertolongan dan kekuatan dari Allah maka saya turun dan langsung berteriak rampok …rampok …rampok ..sambil mengayun-ayunkan kunci stir mobil.


Teriakan keras dari saya tersebut ternyata membuat konsentrasi para perampok buyar, kecemasan dan kemarahan terlihat dari wajah mereka. Para pengendara kendaraan dan orang yang berada disekitar lokasi juga langsung mengarahkan perhatian ke lokasi tersebut. Dengan perasaan campuran antara ragu dan berani, saya maju ke arah para perampok, saya semakin terkejut ketika mereka mengangkat senjata mereka yang ternyata berupa kapak dan berwarna merah, saya langsung tersadar bahwa mereka adalah gerombolan Kapak Merah, gerompolan perampokan yang pada tahun itu sedang heboh karena aksi perampokan jalanan mereka. Salah satu dari mereka tiba-tiba lari mendekati saya dengan mengayunkan kapak, hampir saja jantung saya berhenti karena kaget, karena tidak menyangka mereka nekat sekali. Berkat perlindungan Allah saya langsung tersadar dan langsung memukulkan stir mobil ketangannya dan dilanjutkan menendang perutnya. Melihat salah satu temannya terjungkal, dan melihat konsentrasi massa yang mulai mengarah ke lokasi ternyata membuat nyali mereka menjadi ciut, ini terbukti mereka ragu-ragu mengikuti langkah temannya untuk melawan, dan akhirnya keputusan mereka adalah lari. Keinginan mengejar terurungkan, karena mereka masuk dalam perumahan yang kumuh di sekitar perempatan Cempaka Putih, yang saya sendiri tidak tahu medannya, dan selain itu karena tidak adanya orang lain yang ikut bereaksi untuk mengejar mereka.

Perasaan lega karena selamat dan bisa menolong orang membuat saya semakin semangat untuk latihan Thifan Po Khan, ternyata latihan yang saya jalani walau lumayan berat, ternyata membuahkan hasil, sehat dan bisa digunakan untuk membela kebenaran. (no name)


pengalaman pengalam para pendekar

kami ambil dari sumber asli situs   http://www.thifanpokhan.org/

Kisah 1. (Rabu, 15 Juli 2009 13:08:25)
01.00 di senin

Pulang malam hampir menjadi kegiatan rutin saya, selain pekerjaan yang cukup banyak juga kadang-kadang ada kegiatan lain yang menuntut saya pulang sampai larut malam atau bahkan dini hari. Berbekal kepasrahan kepada Allah dan sedikit memampuan beladiri, membuat saya lebih percaya diri walau pulang larut malam dan harus melewati kawasan yang sepi atau rawan.

Kala itu, sekitar tahun 98 an, saya harus pulang sangat larut malam, sehingga sekitar jam 01.00 masih berada di daerah Senin, Jakarta Pusat, tepatnya di seberang Atrium Plaza. Saya menunggu mobil omprengan menuju terminal Pulo Gadung, cukup lama saya berdiri disana, suasana sangat sepi, sesekali terlihat kendaraan dan orang sedang lewat. Sekitar 30 menit menunggu, omprengan yang saya tunggu belum lewat juga. Tak berapa lama seorang pria berjalan menghampiri saya, lumayan buat temen nunggu omprengan, pikir saya.


Obrolan ringan tak terasa mengalir begitu saja, dari pertanyaan alamat sampai tujuan sudah saling ditanyakan. Makin lama, pembicaraan pria tadi terlihat ada keanehan, pertanyaan yang diajukan mulai terasa menekan, gerakan tubuhnya menunjukkan gelagat yang tidak baik. Dia berjalan berputar mengelilingi saya, seakan ingin mengetahui kondisi saya dari segala posisi. Ketika ditanyakan mengapa dia melakukan itu, dibalas dengan jawaban yang keras, bahwa itu urusan dia. Mulai dari situ, saya mulai berfikir waspada Saya tunjukkan kepadanya bahwa saya tidak kalah mental dan menunjukkan gelagat bahwa saya bukan orang “kosong”. Saya katakan dengan kalimat yang cukup menekan, jangan melakukan hal-hal yang merugikan diri sendiri.

Malam semakin larut dan kondisi semakin sepi, saya perhatikan di sekitar lokasi hanya ada seorang pria berjarak 50 meter-an yang sedang menunggu dagangannya. Setelah mengelilingi saya beberapa kali, pria tadi berhenti di depan saya. Dengan bahasa menekan dia meminta uang kepada saya, tentu saja permintaan saya tolak dengan tidak kalah tegasnya. Karena tidak mendapatkan apa yang dihendaki tiba-tiba si pria mengayunkan tangan ke arah saya, karena memang sudah waspada maka saya langsung melakukan gerakan perlawanan, dengan menggeser kaki maju saya lakukan gerakan kuncian, kalau dalam bahasa jurus Thifan Po Khan, namanya jurus ”Meruntuhkan Puing Kerajaan. Tangan mengunci berputar dan kaki menelikung kebelakang, langsung membuat si pria jatuh terjerembab dengan muka mencium aspal. Teriakan kesakitan dan minta ampun dari si pria mengakhiri adegan kekerasan singkat tersebut. Tidak berselang lama setelah kejadian tersebut lewatlah mobil ompreangan yang ditunggu, Alhamdulillah Allah melindungi hamba-Nya yang lemah ini dari ujian kehidupan.

Sekedar hikmah dari kejadian tersebut, janganlah sering keluyuran malam-malam :-) , kalaupun pulang malam maka waspadalah dan banyak berdoa kepada Allah, kalau ketemu penjahat maka siapkan mental dan fisik, karena sebenarnya penjahat sering tidak mempunyai kemampuan beladiri yang layak dan tidak mempunyai kekuatan fisik yang prima. Dan yang terakhir, bekalilah diri kita dengan beladiri, semoga Allah senantiasa melindungi kita semua.Amin (Penulis tidak bersedia menyebutkan namanya)

Asal Kelahiran Beladiri

Ini dia asal usul beladiri seluru dunia *walaupun ada yg blm di cantumkan 

·        Australia
Zen Do Kai
·        Brittany
Gouren
·        Brazil
Brazilian Jiu-Jitsu, Capoeira, Vale tudo
·        Burma  (Myanmar)
Bando, Lethwei
·        Cambodia
Bokator, Pradal Serey
·        Canada
Okichitaw
·        China
 Baguazhang, Bajiquan, Changquan, Fanziquan, Hung Ga,  Liuhebafa, Northern Praying Mantis, Souther Praying Mantis, Sanshou, Shaolin Kung Fu, Shuai Jiao, Tai Chi Chun, Wudang Kung Fu, Wushu, Xingyiquan Zui Quan
·        Egypt
Tahtib
·        France
Canne de combat, Kinomichi, Savate
·        Germany
Germany school of fencing
·        Georgia
Khridoli
·        Greece
Pankration
·        Iceland
Glima
·        Indonesia
Pencak silat
·        India
Dravidian martial arts, Gatka, Kalarip payattu, Malla-Yuddha, Silambam, VajraA Musshti, Pehlwani
·        Iran
Kung Fu To’a, Varzesh-e Pahlavani
·        Israel
Krava Maga
·        Japan
Aikido, Battojustsua, Hojojutsu, Iaido, Iaijustsu, Shurikenjuts, Sumo, Jodo, Jujutsu, Jukendo, Juttejutsu, Karate, Kendo, Kenpo, Kenjutsu, Kyudo, Kyujutsu, Naginatajutsu, Ninjutsu
·        Malaysia
Silat Melayu
·        New Zealand
Mau Ra?kau
·        Nigeria
Dambe
·        Philippines
Eskrima, Modern Arnis Sikaran, Yawyan, Panantukan
·        Portugal
Jogo do pau
·        Russia
Fistfight, Sambo, Systema
·        Ryukyu Kingdom
Karate Okinawa Kobudat
·        Serbia
Svebor, Real aikido
·        Sri Lanka
Dravidian Martial arts
·        Switzerland
Schwingen
·        Somalia
Istunka
·        Spain
Spanish school of Swordsmanship, Lucha Canaria, Juego del palo, Yawara-jitsu
·        Thailand
Muaya Thai
·        United kingdom
Bartitsu, Defendu, Singlestick
·        United States Of Amarica
Chun Kuk do, Jeet Kune Do, Kajukendo, Marine Corps Martial Arts Program, Modern Army Combatives, Toso Kune Do, Collegiate Wrestling, Boxing
·        Uzbekistan
Kurash
·        Vietnam
Vovinam Nhat NamNo

 NB : bagi pembaca yg punya ilmu lebih, bisa tukar-nambah ilmu ^^









Senin, 19 Desember 2011

Tingkatan Thifan



Suatu hal akan menapak kesempurnaan kala dari masa ke masa tebuahnya sebuah perubahan, sama halnya dengan Thifan, semakin level kita tinggi maka ilmu kita akan mendekati sempurna (walau mustahil ya kalau sempurna #hehe) .


Ini adalah 12 tingkatan yang ada di Thifan, yang mana setiap tingkatan mempunya makna tersendiri dan di ikuti dengan perubahan warna sabuk.. bisa di baca sendiri ^^!


1. Fuen (putih) artinya bersiap ditulisi.

2. Loin houkum (hijau muda) artinya mulai hijau.

3. Kotlu (ungu) artinya hijau itu mulai masak.

4. Turreiyt (biru) artinya kedewasaan.

5. Konlut (coklat tua) artinya sendapan pendekar.

6. Fuenloin (putih dan hijau) artinya rangkap berfikir.

7. Tawgi kotlu (ungu dan kuning) artinya menjelang pendekar.

8. Fun tureiyt (merah dan biru) artinya santaran darah.

9. Loin houkun (hijau dan coklat tua) artinya tahan diri.

10. Konlut fuen fun (coklat tua berjalur putih) artinya tahu akan harga diri.

11. Fun fuen fun (merah berjalur putih) artinya pertahankanlah haq.

12. Tughi onlu tughi (ungu berjalur kuning) artinya pembela haq (dieunl Islam).




Salah satu versi tingkatan Thifan


Perkembangan Thifan Di Indonesia #Singkat

Pada saat itu Aceh sedang menghadapi serangan dari Portugis. Sultan Aceh mengirim utusan ke Khalifah di Turki untuk meminta bantuan. Khalifah Salim II mengirimkan bantuan militer yang dipimpin oleh Laksamana Kortuglu Hizir Reis (1567 M) untuk menghadapi Portugis dan melakukan futuhat ke pedalaman Sumatera (Batak). Bantuan berupa personil militer, persenjataan termasuk meriam, dan pelatihan bela diri bagi para prajurit Aceh. Bela diri tentara Khilafah Turki Utsmani adalah Thifan Po Khan. Para komandan pasukan di masa itu terkenal sebagai ahli ilmu Thifan.

Pada tahun 1678 M pada masa Sultan Malik Muzafar Syah dari Kesultanan Lamuri, waktu itu sultan mendatangkan secara khusus pelatih-pelatih Thifan dari Ibukota Khilafah saat itu yaitu Turki Utsmani yang kemudian disebarkan di kalangan para bangsawan Sumatera.

Pada abad ke – 18 Tuanku Rao dan kawan-kawan mengembangkan ilmu ini ke daerah-daerah Padang, Tapanuli Selatan, dan Minang, hingga tersebar ke Bonjol, Sumatera bagian timur dan Riau yang berpusat di Batang Uyun (Merbau). Dari Merbau ini diperkirakan menyebar ke Malaysia, Thailand (Pattani), dan Singapura. Dari Merbau dan Bonjol menyusuri pantai utara Sumatera sampai ke kota Muko-muko dan akhirnya masuk ke pulau Jawa.

Sekitar tahun 1900-an Tuanku Haji (Hang) Uding membawa ilmu Thifan ini ke pulau Jawa dan menyebarkannya di daerah Betawi dan sekitarnya.

Pada tahun 1966 Ustadz Marzdedeq mulai mengajarkan ilmu Thifan di daerah Bandung.

Pada tahun 1980 an Ustadz Pupu menyebarkan ilmu Thifan ke berbagai wilayah di pulau Jawa khususnya di kalangan pesantren dan pemuda-pemuda Masjid.



#Wallahu a'lam

Kamis, 22 September 2011

Asal Muala Jurus Binatang


Mau tau kenapa sih kebanyakan orang berambisi mengusai jurus hewan..? mau tau jawabannya? silahkan baca ..!


Apabila kita bandingkan ukuran manusia dengan kekuatan tubuhnya, manusia adalah makhluk yang lemah. Belalang sepanjang 10 cm dapat melompat sejauh 50 kali panjang tubuhnya. Semut mampu mengangkat beban yang beratnya 10 kali lipat berat tubuhnya. Terlebih lagi dibandingkan dengan kuda, gajah, atau harimau, manusia tampak semakin lemah dan tak berarti.

Posisi manusia tampak lemah karena ia tidak memiliki alat beladiri alami, seperti elang memiliki cakar dan paruh yang tajam, kerbau dengan tanduknya yang kuat, harimau yang perkasa dilengkapi cakar dan gigi – gigi yang tajam, trenggiling yang terlindung oleh sisiknya seperti perisai atau landak yang tubuhnya penuh dengan duri.

Kehidupan manusia semakin terancam karena ia tidak dilengkapi oleh naluri yang tajam. Namun Allah Maha Besar, manusia yang lemah itu dilengkapiNya dengan modal yang tiada dualnya. Modal yang terbaik yang dimiliki manusa adalah akalnya yang didukung oleh kemampuan untuk berjalan tegak dan jari-jari yang dapat bergerk bebes. Manusia dengan akalnya belajar memeperhatikan dan memanfaatkan alam. Dari pengamatannya atas perilaku binatang, ia memperkirakan akan datangnya hujan, badai, atau bencana alam yang lain.

Pengamatan manusia pada dunia binatang memberikan banyak pengetahuan. Alam memperhatikan bagaimana harimau menerkam mangsanya, elang menyambar anak ayam, atau ular menangkap musang. Alam mengajarkan pula bagaimana kelincahan kijang dapat meloloskan diri dari tekaman harimau, usaha induk ayam menyelamatkan anaknya dari terkaman elang. Dan kecepatan musang untuk mengalahkan si ular.

Manusia memeperhatikan bahwa kelincahan dapat mengimbangi kekuatan, kecepatan membuat cakar yang tajam tak berguna, dan kewaspadaan dapat mematahkan segala ancaman. Kebebasan anggota tubuh manusia dalam bergerak memungkinkan dapat meniru gerakan-gerakan dan kebiasaan binatang-binatang tersebut guna mempertahankan dirinya,, maka dari situlah muncul cikal bakal seni beladiri yang mengambil kekuatan dari binatang seperti : Jurus harimau, Jurus bangau, Jurus elang, Jurus beruang, Jurus kera, Jurus kangguru dll.

Kamis, 30 Juni 2011

Beladiri Di India


Beladiri merupakan perpaduan antara fisik dengan kekuatan mental dan di imbangi dengan kerohanian yang kuat, menjadikan jasad handal dalam setiap hal sehingga terciptanya tubuh yang sehat...

pelatih wushu Rahman Aqeel sedang melatih wushu di sekolah St Mazz tinggi, selatan Hyderabad, india, 8 Juli 2008




Perempuan dari usia 10-16 dala sesi latihan munguan 




Seorang siswi muslim dari SMA St Maaz praktik seni beladiri wushu, 8 juli 2008 (foto: chinadaily.com.cn/Agen)



Bagaimana dengan kita? khususnya yang putra !

Kutipan china.org.cn, posting @ 8 Juli 2008