Namanya Muiz

" Liku-Liku Perjalalan Sang Perantau "

Selasa, 21 Agustus 2012

29 Novenber 2011


Beberapa hari sebelum hari yang di tentukan !

pada suatu malam, nampak bayangan-bayangan bergerak cepat, angin malam sang pelopor, hawa dingin melindungi, gerakan itu semakin cepat, nampak bayangan lain terhendak ke tanah, suara lembut menyeru

Shifu           : " Insya Allah besok lusa kita akan kedangan tamu dari temen-temen jember, kita akan melakukan kontak persahabatan, dalam rangka itu persiapkan mental dan fisik kalian untuk menghadapi itu semua."
Tamid         : " Besok yang ikut semua Tamid atau pilihan Shifu?
Shifu           : " Kita akan memilih dari kalina, atau senior yang akan memilih, yang terpenting persiapkan dg sebaik-baiknya. Bisa dipahami !
Para Tamid : " Siap !"

Di suatu sisi yang lain...

Ciiat , duak dudk, shiiis....shiiss  bug bag big.. #@#@#3
Shifu     : " Persiapkan diri kalina, besok lusa kita akan ke karngpandan mengunjungi saudara-saudara kita sekaligus melalukan turgol persahabatan, persiakan diri kalian dengan sebai-baiknya."
Para Tamid : " Siap."

29 Novenber 2011 In Action

pagi hari !

          Entah mengapa pagi itu aa' bangun tidak seperti biasanya, bangun dengan kondisi badan kurang fix., dengan agak sedikit malas, terpaksa langsung ganti pakaian dan langsung ke kamar mandi MCK. ternyata tak ada perubahan setelah mandi, masih aja ada rasa malasnya :) #peace *jangan di tiru ya.. langsung saja tampa di aba-aba aa' makan dan untungnya lauk pagi saat itu enak, apa coba? tak lain tak bukan daging kambing.
           Serasa kenyang ngobrol ma'a shohib kesana kemari, liat jam... "waduh ternyata udah mau jam 7an"
hanya ada kontak mata langsung menuju kamra temen-temen yang lagi tidur, maklum kamar aa' waktu itu pisah dg kamar temen-temen. Tok..tokk Assalamu'alaikum.. hening tak ada suara, selang 2 detik..waalaikum'salam.. dugaan tetap dugaan tapi benar, serasa di kamar jam 00:00, hanya ada 2,3,4,5 orang yang menyala, yang lain shut down..
           Benar-benar serasa masuk dunia lain, langsung malesnya minta ampun, aa' yang semula sudah semangat #sedikit, langsung males seketika, entak mungkin karena liat temen-temen yang sebagian besar tidur semua atau apaaa gitu, kontak saja aa' banguni.. "ayo bangun hari sudah siang..ayo-ayo" yah satu demi satu bangun, dengan perjunagan kereas, keringat bercucuran aa' bangunin temen-temen satu persatu #segitunya :) hehe

          "Uqi, kenapa bangunin aku?" walah, mashi aja nanya *batin,, "udah cepet bangun nnt dapur tutup" Hela nafas panjangn...haaaaaaa. begitulah suasana pagi di kamar temen-temen. "uqi lauknya apa?",ada yang nyeletuk. "daging, cepetan keburu habis." timpalku. detik berlari menyongsong ajalnya, tp penghuni kamar masih aja bersantai ria, ada yang langsung kekamar mandi, ada yang ngerapiin tempat tidurnya, ada yang ngeloading dulu, ada yang langsung makan dsb. 
            Tiba-tiba aja ada yang masuk kamar terik-terik bagai harimau mengaung "wooy tu tamunya dah pada datang!" daur----duar--door langsung saja semua peserta audisi langsu bergegas, tapi masih aja da yang santai. ckck.. aa' langsung ke kamar ganti baju, temen-temen pada persiapan. gini nih bangun tidur langsung menyambut tamu, mana pada belum mandi juga :)).

Ruang perpustakaan !

          Di buka dengan samputan dari temen-temen dari Jember dan tua rumah. kami saling mengenal satu sama lain, kl dilihat-lihat rata-rata usia mereka lebih tau dari kami, tp ada juga yang lebih muda dan seumuran .singkat perkenalan ternyata langsung di suruh ngumpul di auditorium untuk turgol.

Ruang Auditorium !

       Tampa panjang lebar, kontak saja kami di bariskan secara random, berpentuk shaf shalat untuk melalukan pemanasan, senama ala umum, satu...dua..tiga, ganti dsb. ini nih yang di tunggu-tunggu, :)
barisana di bagi dua kiri-kanan, kami diberi waktu untuk menenagkan diri *padahal udah tenang dari tadi ..hehe.
       sang Shifu dari masing-masing pihak memberika sambutan dan peraturan turgol, dan ternyata benar juga sebelum turgol di mulai masing-masing pihak harus demonstran dulu, Sentak saja kami bingung "Waduh katanya cuma ada turgol"  suasan tegang bukan main, mana belum ada yang persiapan dan pasti pada ga mau kalau disuruh maju. gawat tingkat dewa :(
       Demostran di awali oleh sang tamu, mereka meragakan jurus nyapu ombak entah apa nama jurusnya yang penting meragakan jurus, di lanjutkan oleh tuan rumah, ini dia yang parah tak ada yg maju #bisalah tuan rumah, belum persiapan lagi, teng--teng--teng dg terpaksa ada yang maju, jurus-jurus pun keluar tp ga tau apa :)).. lanjut dari tamu, jurus bangau, harimau dan double stiek ,, sontak kami ya giman gitu masa' dari tuan rumah cuma satu.. dg berat patner aa' #bukan penter loh hehe) maju meraktekin kl ga salah jurus langit, bumi dan kombinaasi kaki. "Ya seberannya anak-anak kami sebagian besar pernah menyandang juara tingkat nasional'" ujar Shifu sang tamu, Haaaaa??!!! kaget ga? iya lah, mereka yang juara-juara turgol VS kami-kami yang baru belajar? ini nih yang kurang adilnya, masa? ga juga, yah apa  boleh buat aa' itung-itung sebagai pengalam aja.

In Action

        Turgol dimulai, di awali dg junior, pukul sana tendang sini, seru deh kl liat langsung, tp subhanallah, setelah tau mereka juara-juara nasional, kami semangt-semangat untuk mengalahkan mereka *walaupun ga da yang kalah sama menang). sekali tendangan tamu kami langsung jatuh, sekali pukul langsung jatuh, hehe ternyata kami ampuh juga ya, Turgol satu, dua , tiga , empat, hasil tetap sama. Padahal kami baru bangun tidur tp hasilnya kaya gitu, kejadina demi kejadina bermunculan, ada aja temen yang sempat tepuk kaki di tengah-tengah turgol apa karena gemesnya atau apa :)) ada juga yang baru datang dari rumah langsung di suruh maju, mana belum ganti baju,, unik bin lucu.
          Menit 45 beberapa detik, aa' maju, deg-deg juga, Yak Mulai dengan tenang dan kuda-kuda aa' maju, tipun dalam dan disambutan pukalan dalam dari aa' alhamdulillah kenasasaran, tendangan putar pun keluar tp lumayan kena sasara walaupun jatuh hehe, dug-dug pukulan musuh tepat mengenai aa', yah lumayan sakit apa lagi waktu tu aaa' lg demamnya sakit perut. dug--dag--dug, serang sana, kena sini..Cukup
Alhamdulillah selesai giliran aa' setela 2 atau 3 rounde. di lanjutkan dengan temen-temen. tak teresa satu jam lebih turgol berlangsung dan mendekati akhir.
        Akhirnya selesai acaranya, dan di tutup dg sepatah dua patah dari para Shifu dan kami salam-salaman. banyak Pengalam berharga yang kami dapatkan, bisa turgo sm sang juara-juara nasional, dan ternyata dg latiha dan persiapan yang min bisa mengibangi mereka apa lagi serius ya :)~~..

#Jangan Takut mencoba.

Kamus Beladiri

-Shifu ---> Guru
-Tamid ---> murid
-Turgo ---> tajadul/Sparing

Serba-serbi jadi pengurus


"Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu Amat zalim dan Amat bodoh" (Al-Ahzab 72)

Pagi yang dingin !

Pembawa Acara : " Upacara Pelantikan bla..bla..bla"
suasa tenang menghanyutkan."

Pembawa Acara :" Kepada nama-nama yang disebut harap maju kedepan, ketua fulan wakil fulan sekretaris fulan, bendahara fulan.dsb"

tak terasa keringat bercucuran, deras, dingin dan perasaan kacau, antara senang dan sedih bercampur menjadi satu.. deg--deg--deg bunyi hati menggetarkan bumi. Saat itu semua yang hadir menjadi saksi akan adanya beban yang akan kami pikul, semua alam menjadi saksi bisu memandangi kami. 

Beban-beban yang seluruh penghuni bumi enggang untuk memikulnya, tapi apa daya kami :(

Pembawa Acara : "Penyerahan Bendera secara simbolis"

Saat itu resmilah kami menjadi pengurus dg Simbol VII dengan sejuta amanah.



(Basic Training VII)

Hari demi hari telah berlalu, tapi amanah tidak mau berlalu begitu saja, pagi siang malam kami pun harus pontang panting menjalankan beban yang ada di pundak kami..
aa' ingat ketika ditegur oleh pembina karena jalannya kepengurusan kami tidak sesuai harapan ma'had dan para asatidz, tpi aa' akan dan selalu berusaha untuk emwujutkan harapan itu.  pertikaian antara pengurus, sindirian dari para senior, teguran dari pembila selalu kami terima dg lamapng dada walaupun terasa sakit.

kami selalu mengembang dengan kegembiraan, apa arti kesusahan kl tidak ada kegembiraan di dalamnya? #ga tau juga :) semua kegiatan aa' with team lakukan dg insya Allah max, hafalan tertinggal, pelajaran sering lupa, makan sudah jarang #segitunya..  itu semua demi amanh yang kami emban,, walaupun begitu tugas kami sebagain santri juga ga ketinggalan ^^.

bahagia penuh kenangan dan deritaan aa' lalu whith frend-frend, dan insya Allah amanah kami terlaksan dan diterima oleh dewan ma'had. #amiin
(Dragon Ball VII)

Serba-serbi jadi anggota Sapala Kahadmufisa

(Lawu In Action lewat Tambak)
Malam Hari !

Di Suasana malam yang mencekam semua terlelap tidur dg mata yang masih wasapada akan datangnya danger !! satu sisi yang lain ada yang berbincang-bincang dg kawannya, ada yang bolak-balik kamar kecil entah berapa kali puteran,, dan ada yang dengan tenangnya makan dan minum.. Tiba-tiba !!
Priiiiiiiit.....priiiiit....priiiiiitt.. #gladk gleduk gelke brak dudud dudk #$$#$#$#$
Hitungan pun mulai terhitung.

Komandan : 1..
dengan oto semua yang terjaga dg sigapnya berlari menyongsong matahari

Komandan : 2..
entah apa ada saja yang terjatuh dengan hebatnya, ada pula yg salah buka pintu kamar dg pintu lewari.
.
Komandan : 3..4..5..
laksana elang memburu mangsanya, anggota Sapala dengan cepatnya sudah menysun barisan lurus bagaikan garis tega lurus..

Komandan : 6..7..8..9..10. !
dengan berakhirnya hitungan ke-10 suasana pun memanas, mata bagaikan bururng hantu di kegelapan malam, tubuh laksana harimau menerkam badak, suara ibarat halilintar membelah angkasa...
Cukup sekian dari aa' ^^v



(Lawu Puncak In Action)


(Lawu Puncak In Action)

Continue..!

Komandan : "Yang peka, jangan jadi orang-orang yang peko !" bisa di pahami!?
Anggota     : "Siap!"
Komandan : #dilanjutkan dg tausyiah.

Tak terasa aa' sudah meninggalkan kampung Sapala Kahdamufisa, kenangan indah dan mengharukan selalu menari-nari di kepala, ingat waktu ada teman yang berusah lompat harimau di kawahan lumpur #Hiperbola hehe, gagal tp yang lucunya kepalanya bagaikan anak panah yang menancap di tanah :)), ada juga yang santainya terjun bebas dari lantai dua tp terkapar ketika mendarat, ada juga yang dg tenangnya menyambar tugu tangga sampai-sampai tugunya hancur dsb..

aa' dalam Sapala belajar mengenal pentingnya siaga, kepekaan, konsentrasi, pelung, waktu dan sederetan yg belum aa' bisa sebutkan.
kegiatan pun banyak, ada daki gunung, mukhoyam, berkuda, memanah, berenang dsb. itu semua dilakukan dg kedisiplinan yg sangat tinggi #wush keren ^^v..

masih banyak lagi yang aa' ingin sampaikan, tapi.... kenapa?? Ada deh :P

tak ade ruginya jadi Sapala Kahadmufisa ! 
(Lawu Puncak In Action)

#Keep our Spirit frend

Minggu, 05 Februari 2012

TIADA KATA TAMPA PERJUANGAN
PPTQ IBNU ABBAS KLATEN, 31 JANUARI 2012 16:45 WIB



"Seorang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Oleh Allah dari pada seorang mukmin yang lemah"

Kami adalah para pemuda yang tangguh, 
hati tulus dengan iman membaja.
pemuda berpendirian kuat, tegas yang tidak hanyut oleh suasana.,
memegang teguh petunju Allah...,
melawan segala rintangan dan musuh-musuh Allah dan RasulNya.
bertekat untuk mengubah masa suram lagi seram.
ketekatan mengandung keikhlaaan, kecerdasaan, kekuatan, dan kesanggupan,
kami akan Mulai saat ini, mengubah masa yang suram,
karena kami adalah generasi-genrasi harapan dan pengibar bendera-bendera harapan.



Allahu Akbar...Allahu Akbar !!




Kelas 9A
M Mutholib Ridho, M Tsaqif fikri, Yahya Ahmad, M Bilal, Iqbal Nur Syamsyudin, Irvan Fikri Umar, Abdurrahman Hanif, Wildan Syahidullah, Syahensyah Lutfianantama A, Farizan Abid Abdillah, Zen Manggala Putera, Azif Fahmi, Mufti Islahidin Ma’arif, M Aushof Qamal, Dzaki T, Asmawi, Alif, Ahmad Nafis, M Faris Al Multazim, Sulthon Shalahudin El Munir, M Ghulam Al Faruqi, M Hanif Ibrahim Al Khisaini, M Syafiq Dzulfiqor, Ibrahim Mujahid Rabbani )




KELAS 8A
( M Kanzul Ulum, M Nur Fahada, Maulana Yusuf, Luthfi Hanifiyyah, Labibudin Alvin, Sa’dullah Adib, Rahmat Agung, Ahmad Azka, Anas Waliyullah, M Itqon )
                                         

KELAS 7A1
( M Asyam Helmi Anin N, M Azmi Saifullah, M Firdaus Auliyaa’ulhaq, M Fikri Ghozali, M Ulwanul Roid Al fahmi, M Amiq Azmi, Reihan ‘Adbun Syakuro, Nabiel Fauzan Mulyana, Ikhlas Hanif Amrullah, Mus’ab, Miqdad Al Farisi, Dwi Nuryudha Ken Rifqi, Ahmad Nasyith As Syauqi, Abdurrahman abror, Alkanu Hizbun Muhammad )
(Pendamping: ust joko, ust fajar. photo : ust Rofi')


KELAS 7A2
( Abdullah Harits, M naufal Jundi Islam, M Haitsam Azhar, M Nassirul Haq, Junduna Krim Al jabar, M Tema Rizan Mumtaaza, Kayyis Hawari, Tholut,  M Fatih Afifuddin, M Wildan Fanani, Muslihur Rois Madani, Alfan Rifa’I, Ahmad Dzulfikar, Bima Andi Ibrahim, Aulia Rachamn Alief )  (Pendamping : ust fajar. photo : ust Rofi')


*team : ust uqbah, ust ihsan, ust fajar,
             ust jokoust rofi'


NB: bagi santri santri yg blm tercantum namanya, segera lapor ya,,^^

Sabtu, 04 Februari 2012

Tinta emas Ust A.D Elmarzdedeq

Kamis, 2 Februari 2012 08:24:24


Bismillaahirrahmaanirrahiim
PENGALAMAN PENULIS BERSAMA
AL-USTADZ MARZDEDEQ RAHIMAHULLAAHU TA'ALA

Thifan Po Khan dan Syufu Taesyukhan termasuk beladiri klasik yang masih 
terjaga keashliannya. Hal ini didukung oleh dua paktor :
1.    Faktor kesinambungan pengajaran,
2.    Ada kitab aslinya.

Penulis akan memaparkan beberapa pengalaman penulis berkenaan      
dengan       " KIPRAH AL-USTADZ MARZDEDEQ RAHIMAHULLAAHU 
TA'ALA DALAM MENGEMBANGKAN THIFAN PO KHAN DAN SYUFU 
TAESYUKHAN".

Penulis mulai kenal Thifan Po Khan ketika penulis mondok di Pesantren 
Persis Bentar Garut tahun 1987, dengan pembimbing Al-Ustadz Pupu. Pada 
waktu itu beliau pernah mengajak penulis bertemu Al-Ustadz Marzdedeq di 
Bandung dan itu perkenalan pertama penulis dengan Allaahu Yarham  Al-
Ustadz Marzdedeq.

Pada tahun 2005 penulis pernah mengalami cedra serius akibat latihan 
Thifan dan penulis bolak-balik berobat ke Allaahu Yarham Al-Ustadz 
Marzdedeq. Pada kesekian kali pengobatan, beliau memanggil penulis yang 
intinya supaya penulis belajar Thifan  langsung ke beliau dengan beberapa 
teman penulis yang tergabung dalam PERSUDARAAN THIFAN PO KHAN 
INDONESIA ( PTI ).

Al-Ustdaz Marzdedeq Rahimahullaahu Ta'ala merasa prihatin dengan 
perkembangan Thifan yang beliau rintis mulai tahun 1970, pada tahun 2005 
Thifan Po Khan di bawah beliau terpecah dalam beberapa wadah, kata 
beliau ketika itu sampai lebih kurang 18 aliran . Setelah beberapa kali kami 
belajar kemudian beliau mengundang beberapa kelompok Thifan, lalu beliau 
mencetuskan ide untuk menyatukan Thifan di bawah beliau dalam wadah  " 
PERAUDARAAN THIFAN PO KHAN INDONESIA ( PTI ). Ketika itu kami 
sepakat untuk menerima ide tersebut yang dituangkan dalam penandatangan 
bersama . Dalam perjalanannya ternyata pengaharapan Al-Ustadz 
Marzdedeq Rahimahullahu Ta'ala belum bisa dilaksanakan dengan baik. 
Pengharapan beliau yang utama adalah supaya tamid-tamid Thifan kembali 
kepada kitab Thifan Po Khan  dan begitu pula Syufu Taesyukhan. Keahlian 
beliau adalah dalam Thifan Po Khan adapun Syufu Taesyukhan beliau 
pernah belajar dan tidak selesai tetapi beliau mampu membaca kitab Syufu 
Taesyukhan.

Beberapa pengalaman penulis ketika belajar ke Al-Ustadz Marzdedeq 
Rahimahullaahu Ta'ala mulai tahun 2005 sampai wafatnya dan mudah-
mudahan ada hikmahnya bagi pembaca terutama tamid Thifan Po Khan dan 
Syufu Taesyukhan.
1.    Beliau sering membuka pembelajaran  kami dengan petuahnya 
terutama pada dua tahun pertama pembelajaran kami dengan beliau : " 
ARUNG-ARUNG SAMPAI DI UJUNG BERLAYAR SAMPAI DI TEPIAN" 
, maksudnya kalau belajar harus sampai selesai , kalau belajarnya 
setengah-setengah tidaklah bermamfaat atau sangat sedikit 
mamfaatnya baik bagi dirinya terlebih bagi orang lain. Beliau 
menjelaskan bid'ah dalam syara neraka, bid'ah dalam latihan celaka.
2.    Kitab Thifan telah menyebar kemana-mana dan tidaklah beliau hawatir 
dengan hal itu, karena untuk mempelajari kitab tersebut itu ada kunci-
kuncinya. Dalam pendahuluan kitab Thifan Po Khan dijelaskan : " 
Tiadalah sebarang orang dapat mengartikan atau mengkajinya bagi 
seorang awam dalam ilmu ini, maka ia harus empunya seorang 
pembimbing " . Maksud awam di sini tidak tahu cara menterjemahkan 
ilmu Thifan / kitab Thifan Po Khan.
3.    Beliau sangat marah ketika dikatakan latihan Thifan Po Khan ujung-
ujungnya turgul/kelahi. Beliau menukil ungkapan dalam muqodimah 
kitab Thifan Po Khan : " Semoga segala olah laku tamid itu tiada lepas 
dari tujuan suci mengikat diri pada tali Allaah mempertahankan Haq dan 
akan mereka yang mempergunakan ilmu ini pada jalan bathil  semoga 
terompang barahlah mereka itu .
4.    Beliau menjelaskan senam dan jurus Thifan Po Khan sudah baku tidak 
boleh dirubah-rubah  dan sebagai patokannya adalah Kitab Thifan Po 
Khan sendiri, demikian juga halnya dengan Syufu Taesyukhan. Ilmu 
Thifan demikian Syufu sudah diuji dalam berbagai peperangan 
sebelum dibukukan pada abad ke-16 M, jika kita merubahnya tidaklah 
pas karena orang dulu akan lebih baik dalam ilmu beladirinya. 
5.    Beliau menjelaskan setiap ilmu beladiri punya alur masing-masing 
dengan kata lain sudah satu paket. Tidak boleh menyatukan satu 
beladiri dengan beladiri lain sebab akan menyebabkan cedra bagi 
orang itu, termasuk juga menyatukan Thifan Po Khan dan Syufu 
Taesyukhan.
6.    Beliau menjelaskan latihan Thifan Po Khan boleh dari umur 10 tahun, 
kurang dari itu anak belum bisa diarahkan dan sangat bahaya kalau 
bermain yang ujungnya akan memukul dan menendang temannya. 
Adapun Syufu Taesyukhan   diajarkan kepada orang yang sudah 
berumur 18 tahun ke atas , punya perawakan badan yang kekar dan 
tingginya di atas rata-rata orang Melayu dan Cina sekitar 170 cm ke 
atas.
7.    Beliau menjelaskan setiap Tamid Thifan Po Khan begitu pula Syufu 
Taesyukan haruslah memahami tauhid yang benar dan jangan sampai 
terjerumus kepada bid'ah dalam syara, karena ini merupakan ruh Thifan 
dan termasuk salah satu janji tamid Thifan Po Khan. 

Bandung, 16 Januari 2012
TAMID THIFAN PO KHAN
Abu bakar  Sulaiman



* di ambil dari situs resmi http://www.thifanpokhan.org

Kisah 3. (Selasa, 29 Desember 2009 13:53:16)


Gagal Di Palak


Siang yang sangat terik. Suhu mungkin saat itu mencapai 33 C. Sangat tidak nyaman memang siang-siang bepergian di Jakarta ini. Panas, debu, bercampur dengan keringat yang membasahi badan. Kalau tidak terpaksa karena ada urusan sangat penting sebenarnya malas sekali bepergian di siang bolong seperti itu.

Dua puluh menit sudah siang itu saya menunggu angkot. Selang beberapa menit terlihat angkot warna merah jurusan Lebak Bulus terlihat dari jarak sekitar 50 meter. Alhamdulillah akhirnya dapat angkot juga akhirnya. Di dalam angkot sudah ada seorang wanita dan 5 orang pria. Lumayan, bisa dapat tempat duduk agak lega. Sekitar 200 meter kedepan, wanita itu minta turun dari angkot, sehingga tersisa saya dan 5 orang pria serta bang sopir.

” Mau kemana bang”, sapa pria di depan saya. “ Mau ke Lebak Bulus”, jawab saya singkat dengan sedikit senyum. Numben siang begini ada orang ramah di angkot, pikir saya. Biasanya sudah agak jarang orang yang akrab di tempat umum, kecuali sekedar senyum atau bertanya hal-hal yang penting. Kalaupun ngobrol biasanya mereka sudah kenal sebelumnya. Mungkin ini salah satu penyakit yang timbul dari tatanan metropolitan.

“ Kita lagi muter-muter nih,” lanjut pria tadi. ” Iya kita lagi cari orang Manado,” imbuh pria yang lain. Oh, ternyata ke lima orang ini adalah satu rombongan, saya pikir sendiri-sendiri. Kalau dilihat tampang mereka bermacam-macam, tidak hanya dari satu suku.” Ada apa cari orang Manado,” timpal saya. ” Kita sedang ada masalah dengan orang Manado,” sahut mereka. ”Oh,” guman saya lirih.


Suasana jadi hening. Karena saya berusaha tidak mencapuri urusan mereka. ” Abang orang Manado ya ? ” tiba-tiba mereka bertanya lagi. ” Bukan, ada-ada aja. Mana ada tampang Manado seperti saya,” sahut saya . “ Tapi sepertinya abang orang Manado?!” mereka berusaha lebih menekan.” Bukan, saya orang Jawa,” sergah saya. Kondisi waktu itu sudah terlihat tidak nyaman, saya perhatikan 5 orang tersebut memperhatikan saya dengan seksama dan kurang bersahabat. Bang sopir juga kelihatan diam saja, tanpa reaksi. 

Kecurigaan saya mulai muncul, mereka kelihatan bukan orang baik-baik. Mungkin mereka kelompok ”Pemalak” yang biasa beroperasi dengan modus seperti ini. Kondisi ini membuat saya merubah posisi duduk dan kaki agar lebih waspada dan leluasa bergerak.” Lihat KTP nya !” perintah orang di depan saya. ” Emang kamu siapa !” hardik saya. Kondisi semakin memanas. Tiba-tiba tangan salah seorang dari mereka mencoba meraih kerah baju saya. Spontan dan tidak terpikirkan karena kaget tangan kiri saya menangkis dan tangan kanan siap memukul. Kondisi reflek seperti ini sering muncul setelah beberapa tahun latihan Thifan Po Khan. Terlihat mereka saling pandang, keget melihat reaksi reflek saya tadi. Kesempatan ini saya pakai untuk menekan mereka lebih lanjut. ”Kalian jangan macam-macam!” gertak saya. Mungkin mereka kaget, wajah saya yang awalnya keliatan kalem dan badan lemah, tiba-tiba bisa menjadi galak dan berani. Kalau ada kaca, pingin juga tahu seperti apa tampang saya waktu itu hehe.

Selang beberapa detik kemudian, tiba-tiba mereka bilang ke sopir untuk berhenti. Kelima orang tersebut buru-buru turun dari angkot tapi tidak bayar. Masih sempat salah satu dari mereka bilang,” Maaf bang salah orang.” ”Pecicilan,” gerutu saya dalam hati.

” Mereka itu memang gerombolan palak” tiba-tiba bang sopir ngomong. ” Lho kok dari tadi diam aja bang?” protes saya. ” Saya nggak berani mas, karena teman mereka banyak dan saya tiap hari cari makan di daerah sini,” bela bang sopir. ” Ooo gitu,” guman saya lirih sambil bersyukur karena terhindar dari pemalakan.

Inilah penyakit lain di ibukota. Kejahatan yang terorganisir dengan baik akan menjadi ancaman bagi orang lemah. Pesan mirip seperti ini pernah disampaikan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib ra. Alhamdulillah kondisi sekarang ini akan berubah karena Kapolri yang baru Bp Bambang melakukan gerakan pembersihan preman yang memang secara jumlah dan kegiatan sudah sangat meresahkan. Semoga gerakan ini berlanjut dan berhasil seperti yang dilakukan oleh Hongkong sebelum era 1987 ketika menanggulangi gerakan mafia disana. (anr)


Kisah 2. (Sabtu, 1 Agustus 2009 14:30:22)

Kapak Merah di Cempaka Putih


Sebelumnya saya meminta maaf apabila cerita yang saya sampaikan ini kurang berkenan, niat menuliskan cerita ini hanya sekedar untuk berbagi cerita dan pengalaman, bukan untuk menyombongkan diri.

Kisah ini berawal ketika beberapa tahun lalu, saya melakukan tugas ke luar kantor bersama seorang teman. Hari itu jalanan sangat macet, untungnya AC mobil berjalan dengan baik, diiringi dengan alunan nasyid Raihan cukup membuat hati jadi lebih tenang dan nyaman.

Kendaraan perlahan sudah mendekati perempatan Cempaka Putih – Jakarta Timur, kemacetan semakin bertambah dengan adanya kekacauan di lampu merah karena adanya beberapa oknum yang melanggar trafficligh. Sedang sibuk-sibuknya mencari jalan keluar dari kemacetan, tiba-tiba saya melihat dari kaca sepion beberapa orang, mungkin sekitar 6 orang sedang mengerubuti sebuah mobil. Awalnya saya pikir mereka adalah para pedagang asongan, tetapi dari gelagatnya terlihat mencurigakan, karena ada tindakan kasar yang dilakukan mereka berupa pengerusakan sepionm, bahkan terlihat ada yang membawa sentaja tajam walau agak ditutup-tutupi. Saya berfikir pasti ini perampokan. Spontan saya langsung mencari kunci stir mobil dan bersiap turun dari mobil untuk menolong orang yang malang tersebut. Tetapi niat tersebut sempat terurung karena ditarik dan dilarang oleh teman karena takut akibatnya, karena beberapa dari perampok tersebut membawa senjata tajam. Tetapi niat untuk menolong orang lain tak bisa surut dan dengan memantapkan hati serta memohon pertolongan dan kekuatan dari Allah maka saya turun dan langsung berteriak rampok …rampok …rampok ..sambil mengayun-ayunkan kunci stir mobil.


Teriakan keras dari saya tersebut ternyata membuat konsentrasi para perampok buyar, kecemasan dan kemarahan terlihat dari wajah mereka. Para pengendara kendaraan dan orang yang berada disekitar lokasi juga langsung mengarahkan perhatian ke lokasi tersebut. Dengan perasaan campuran antara ragu dan berani, saya maju ke arah para perampok, saya semakin terkejut ketika mereka mengangkat senjata mereka yang ternyata berupa kapak dan berwarna merah, saya langsung tersadar bahwa mereka adalah gerombolan Kapak Merah, gerompolan perampokan yang pada tahun itu sedang heboh karena aksi perampokan jalanan mereka. Salah satu dari mereka tiba-tiba lari mendekati saya dengan mengayunkan kapak, hampir saja jantung saya berhenti karena kaget, karena tidak menyangka mereka nekat sekali. Berkat perlindungan Allah saya langsung tersadar dan langsung memukulkan stir mobil ketangannya dan dilanjutkan menendang perutnya. Melihat salah satu temannya terjungkal, dan melihat konsentrasi massa yang mulai mengarah ke lokasi ternyata membuat nyali mereka menjadi ciut, ini terbukti mereka ragu-ragu mengikuti langkah temannya untuk melawan, dan akhirnya keputusan mereka adalah lari. Keinginan mengejar terurungkan, karena mereka masuk dalam perumahan yang kumuh di sekitar perempatan Cempaka Putih, yang saya sendiri tidak tahu medannya, dan selain itu karena tidak adanya orang lain yang ikut bereaksi untuk mengejar mereka.

Perasaan lega karena selamat dan bisa menolong orang membuat saya semakin semangat untuk latihan Thifan Po Khan, ternyata latihan yang saya jalani walau lumayan berat, ternyata membuahkan hasil, sehat dan bisa digunakan untuk membela kebenaran. (no name)